Apr 22 2008
Geplak Bantul
Bazaar Kartinian di kompleks, minggu kemarin ramai banget. Si mlandhing ini ceritanya ikut sewa stand. Isinya apalagi kalau bukan makanan dan makanan: dari bothok mlandhing, buntil, rujak serut, kolak biji salak, sampai siomay Bandung. Laris manis. Tapi tahu gak apa yang bikin aku bengong? Ada yang nanya geplak! Itu lho, camilan khas Bantul yang manisnya audzubillah….
Bukan manisnya yang bikin aku bengong. Tapi soal lupa nama camilannya! Si penanya tuh bukan orang jawa, dia cuma tanya: “Ada tidak yang jual camilan dari Bantul yang pakai kelapa itu, yang manis banget, yang dikepelin doang bentuknya?”
Aku tidak bisa menjawabnya! Dhuh, ini bukti si mlandhing sudah uzur. Ingatannya jadi rada error, terbatas banget.
Bazar sudah selesai, sampai malam udah berganti, aku tetap belum ingat apa namanya. Penasaran aku telepon adikku yang tinggal di Jogja, dan terjawab sudah. Namanya GEPLAK. Dia sekaligus malah kasih resepnya.
Sudah lama sekali aku tidak makan geplak. Tidak hobi-hobi amat dengan ‘gula kelapa’ ini. Enak sih, cuma manisnya itu lho. Karena penasaran, aku coba-coba eksperimen membuatnya. Tentu saja aku kurangi gulanya. Biar tidak terlalu manis. Jadinya, lumayan enak. Mau coba juga?
BAHAN:
2 btr kelapa agak muda
250 gr tepung beras
2 lbr daun pandan
500 gr gula pasir
250 ml air
1 sdt garam
1/2 sdt vanili bubuk
CARA MEMBUAT:
TIPS & TRIK:
Baca juga: geplak betawi

oooo itu makanan yang bikin sakit gigi ya bu?
hihihi….iya pak. kalau gigi berlubang mah mending jauh-jauh dari makanan ini….bisa langsung senut-senut!