Apr
24
2008
Tempe. Melalui “Firestats”, aku melihat banyak yang mampir ke dapur mlandhing mencari “fermentasi tempe” dan “pembuatan tempe”. Pada penasaran kayaknya. Membuat tempe sendiri sebenarnya mudah.
Dulu di Jogja, si mlandhing ini sering main teater dengan Pak Pedro (alm), itu lho yang aktor antagonis di Teater Muslim. Beliau itu kan selain jadi aktor juga pengusaha tempe. Terkenal banget tempenya itu.
Kalau pas main ke rumahnya, pasti deh lewat samping rumah yang sekaligus workshop produksi tempe. Lumayan, jadi tahu bagaimana bikin tempe.
Dulu sekali sih, para pegawai membersihkan kulit kedelai dengan cara diinjak-injak. Iya juga sih, masak mau membersihkan berkuintal-kuintal kedelai dengan meremasnya. Bisa setahun baru jadi tempe. Setahuku sekarang ini penerus usaha tempe Pak Pedro sudah menggunakan mesin pengupas.
Walah, kok malah cerita ngalor-ngidul. Sudah lah, yuk membuat tempe sendiri. Biar kita bisa menjaga higienisnya. Atau siapa tahu mau bereksperimen menggunakan jenis kacang yang lain, selain kedelai. Pakai kacang merah misalnya. Caranya sama kok.
BAHAN:
2 kg kedelai kering
2 sdt ragi tempe
plastik
CARA MEMBUAT:
Cuci kedelai dan rendam semalam atau hingga 24 jam di baskom plastik.
Kedelai mengembang saat perendaman. Remas-remas kedelai sampai kulitnya mengelupas. Harus terkelupas semua kulitnya ya. Siram dengan air, kulit pasti mengambang. Buang.
Kukus kedelai selama 1 jam dengan api besar. Tiriskan hingga dingin.
Taburi dengan ragi tempe secara merata. Aduk-aduk hingga benar-benar rata.
Masukkan ke dalam plastik yang telah dilubangi kecil-kecil di beberapa tempat. Gunakan saja lidi atau tusuk sate untuk melubangi. Besar plastik sesuaikan saja dengan selera. Perkirakan ketebalan tempe cukup 2-3 cm saja. Kelem plastik agar kedelai tidak tumpah.
Letakkan tempe 24 jam di tempat hangat. Jangan terpapar sinar matahari langsung ya.
Tempe siap dimasak.
TIPS & TRIK:
Tempat meletakkan tempe usahakan yang bagian bawahnya ada udara. Bisa di para-para atau rak kawat gitu. Kalau tidak ada, ya letakkan saja di meja, nanti sesekali dibalik dengan hati-hati agar tak mengganggu posisi kedelai. Tujuannya agar biakan ragi merata antara bagian atas dan bawah.
Usahakan setelah pengukusan, tempe tidak terpapar tangan langsung. Bungkus tangan kita dengan plastik saat mencampur ragi dan membungkus tempe. Dengan cara ini rasa tempe tidak asam karena tidak terpapar bakteri yang banyak hidup di tangan kita ini.
Pastikan kedelai benar-benar dingin saat ditaburi ragi, agar kapang ragi tempe tidak mati.
Berbagi
Leave a Reply