Jul 01 2008

Pencok Ayam

Published by mlandhing at 7:39 am under Ayam-Daging-Seafood

Pencok ayam ini gurih pedas. Bisa jadi pilihan untuk menjamu teman yang dating bersantap siang di rumah kita. Kalau mau tambah pedas tambahkan saja cabai rawit sesuai selera.

BAHAN:
250 gr daging ayam, cincang
10 lbr kacang panjang, iris-iris melintang 1 cm
1 ikat daun kemangi, ambil daunnya
5 siung bawang merah, cincang
2 siung bawang putih, cincang
3 bh cabai merah, iris serong
1 bh jeruk limau
5 sdm minyak goreng
1 sachet kaldu ayam
1 bh tomat, buang isinya, iris dadu

BUMBU dihaluskan:
3 bh cabai merah besar, buang bijinya
2 siung bawang putih
3 btr kemiri
1 cm kencur
1 sdm gula merah
1 sdt terasi, bakar
1 sdt garam

CARA MEMBUAT:

  • Campur ayam dengan bawang putih cincang dan kaldu ayam, tumis dengan 2 sdm minyak hingga agak kering. Sisihkan.
  • Tumis bumbu halus, cabai merah iris dan bawang merah cincang hingga harum, tambahkan perasan air jeruk limau. Aduk.
  • Masukkan daging ayam, kacang panjang, tomat dan daun kemangi. Aduk rata. Sajikan.
  • TIPS & TRIK:

  • Ayam bisa saja tidak dicincang, cukup diiris dadu saja juga oke.
  • 6 Responses to “Pencok Ayam”

    1. smaradhanaon 01 Jul 2008 at 8:56 am

      kayanya mudah dan enak, ini bisa disebut tumisan kan? aku suka banget segala tumisan. oseng2, ca, capjay….

    2. mlandhingon 01 Jul 2008 at 9:13 pm

      wah, mau dibilang tumisan boleh, nyatanya memang cuma ditumis… masalahnya adalah, bumbunya lebih complicated, lebih kaya… coba saja… suka masak juga?

      thx sudah mampir.

    3. kishandonoon 02 Jul 2008 at 5:41 am

      nyonya tercinta bisa buat ga ya? minta tolong aja ah..

    4. mlandhingon 02 Jul 2008 at 6:39 am

      pasti bisa mas… gampang banget kok… dipesan aja pakai terasinya yang pilihan… kunci rasanya di situ.

    5. babyubedon 02 Jul 2008 at 10:14 pm

      hai….
      salam kenal ya. aku brp kali buat taoge,tp selalu kurus dan pendek. pdhl aku udah rendam 1 hr sampe kluar tunasnya(cingis-cingis). nyiramnya jg 3x. kira2 knp ya?

    6. mlandhingon 02 Jul 2008 at 10:20 pm

      jangan terlalu terbuka tempatnya… letakkan di tempat agak gelap, jangan terkena sinar matahari langsung… harus lembab… kadang kelembaban sekitar menjadikan frekuensi menyiramnya perlu ditambah…

      btw, lokasi di mana? di daerah dingin (subtropis), kondisi pemeraman si taoge ini justru butuh agak dihangatkan… bukan berarti di rebus atau diasapi ya, tapi butuh diselimuti.

      coba lagi ya… jangan menyerah… aku doakan berhasil

    Trackback URI | Comments RSS

    Leave a Reply