Sep 24 2008
Dicari, Resep Kuno!
User Dapur Mlandhing tercinta,
Lebaran tinggal menghitung hari. Mlandhing yakin sebagian besar kita sudah bersiap mudik. Persiapkan mudik sebaik-baiknya ya, jangan sampai terlantar di jalan. Apalagi yang pada punya anak kecil tuh, tolong persiapkan mudik dengan matang. Kasihan kan kalau anak sampai punya ‘kesan buruk’ pada budaya mudik yang menurutku nilai emosinya cukup romantis.
Nah, sambil mudik, Mlandhing punya sebuah tantangan untuk Anda semua berpartisipasi dalam: GERAKAN KOLEKSI RESEP KUNO.
Begini, nanti kalau Anda sudah sampai ke tujuan, kumpul dengan keluarga, bersilaturahim, coba, carilah informasi tentang resep hidangan setempat yang telah hampir punah. Resep boleh apa saja: kudapan, minuman, sayur, lauk pauk, dll yang semakin kuno, semakin bagus.
Resep-resep kuno semacam ini sayang kalau sampai tidak terdokumentasikan. Jadi Mlandhing mengajak teman-teman untuk bersama-sama mengkoleksi resep kuno daerahnya masing-masing. Nanti, Mlandhing akan mencobanya di sini, memotretnya, dan mempublishnya untuk Anda semua. Bagaimana?
Untuk upaya tersebut Mlandhing menyediakan 5 bh VOUCHER PULSA PRABAYAR @ Rp 100.000. Jadi akan ada 5 orang yang mendapatkan voucher tersebut.
Parameter siapa yang dapat voucher bukan berdasarkan lezat atau tidaknya sebuah resep makanan, tapi lebih kepada partisipasi yang diberikan. Jadi, nanti pada tanggal 5 Desember 2008, Mlandhing akan mengundi saja dari keseluruhan parisipan yang masuk mengirimkan resepnya. Setuju?
Sekarang coba dicatat, persyaratan ikut gerakan koleksi resep kuno ini:
RESEP KUNO
Pastikan resep memang sudah eksis sejak jaman dulu di daerah setempat. Resep tak harus tentang makanan mewah. Boleh tentang kudapan, minuman, atau sayur mayur yang sangat sederhana sekalipun. Dalam hal ini nilai historinya yang lebih penting. Ceritakan sejarah makanan ini di awal resep, termasuk proses bagaimana Anda saat berburu resep tersebut.
ORISINIL
Usahakan untuk bertanya langsung pada narasumbernya: bisa eyang, bulik/tante, tetangga, simbok-simbok pembuat makanan tsb (kalau makanan dijajakan di pasar, warung atau toko tradisional).
TEPAT UKURAN
Ketika melakukan wawancara dengan narasumber, cobalah gali ukuran bahan yang tepat. Biasanya, kelemahan narasumber yang telah terbiasa memasak hidangan tertentu itu cuma satu: pakai ilmu kira-kira. Nah, ini yang susah. Orang lain jadi kagok kalau mau ikut mencoba. Jadi, alih-alih orang merasakan, mau membuat saja sudah malas. So, coba ya identifikasi dengan lebih detil.
Lebih asik lagi kalau Anda mencoba membuatnya bersama dengan si narasumber, wah, Mlandhing yakin paparan resep yang dikirimkan kemari akan lebih oke, mana pasti ada foto hidangannya pula. *ngarep mode on*
Cuma, yang foto itu tidak jadi syarat kok untuk gerakan koleksi resep kuno ini. Yang penting ukuran bahannya ya.
JATI DIRI
Ini tentang Anda tentunya. Ketika mengirimkan email ke Mlandhing, sertakan:
Kenapa jati diri ini penting? Karena Mlandhing berharap koleksi resep kuno ini dapat dihargai oleh pihak lain. Siapa tahu ada penerbit yang melirik GERAKAN KOLEKSI RESEP KUNO ini dan menerbitkannya. Nah, kalau sampai begitu, jelas Mlandhing akan mengikutsertakan partisipan yang resepnya terpilih untuk diterbitkan.
Asik kan kalau kita bisa narsis bersama…. :).
DEADLINE
Gerakan Koleksi Resep Kuno ini akan berlangsung 2 bulan ya: mulai tgl 1 Oktober s/d 30 November 2008.
Partisipan yang terpilih 5 orang: akan diumumkan pada Tgl 5 Desember 2008
Resep dikirim ke mlandhing@dapurmlandhing.com
Nah, itu saja ya… jangan lupa segera kirimkan resep kuno yang bisa diperoleh, sebanyak mungkin.
Ayo, kita lestarikan warisan kuliner nusantara…!
