Archive for the 'Ragam Bahan' Category

Aug 18 2008

Bandeng

Published by mlandhing under Ragam Bahan

Bandeng, dalam bahasa Latin disebut Chanos chanos atau milk fish (bahasa Inggris). Konon ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae (kurang lebih tujuh spesies punah dalam lima genus tambahan dilaporkan pernah ada).

Bandeng merupakan ikan tambak yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Bandeng termasuk ikan bertulang keras, dagingnya berwarna putih susu, dan strukturnya padat dengan duri-duri halus. Salah satu hambatan dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan bandeng adalah duri-duri halusnya yang tidak mudah dibersihkan itu. Namun kini dengan teknik-teknik tertentu bandeng dapat dimasak dengan cara dipresto sehingga tulangnya lunak dan dapat ikut dimakan, atau dibuat otak-otak bandeng/bandeng isi dimana tulang dikeluarkan dalam proses memasak. Dengan demikian konsumsi bandeng dapat lebih ditingkatkan, khususnya pada anak-anak karena tak lagi repot membersihkan tulangnya.

Bandeng memiliki arti khusus bagi masyarakat Cina. Ikan bandeng sering disajikan dalam sajian menjelang Imlek. Ikan ini melambangkan rezeki. Dalam logat Mandarin, kata “ikan” sama bunyinya dengan kata “yu” yang berarti “sisa”. Maksudnya, diharapkan setiap tahun selalu ada (rezeki) sisa. Tidak heran jika menjelang Imlek, ikan ini melimpah namun harganya justru jadi mahal.

Kandungan Gizi
Komposisi gizi per 100 gram daging bandeng adalah energi 129 kkal, protein 20 g, lemak 4,8 g, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A 150 SI, dan vitamin B1 0,05 mg. Protein bandeng cukup tinggi. Kondisi ini menjadikan bandeng sangat mudah dicerna dan baik dikonsumsi oleh semua usia untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi mikro.

Bandeng juga mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak ini bermanfaat mencegah terjadinya penggumpalan keping-keping darah sehingga mengurangi risiko terkena arteriosklerosis dan mencegah jantung koroner. Asam lemak ini juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pertumbuhan otak pada janin serta pendewasaan sistem saraf.

Rendah Kolesterol. Ikan-ikanan termasuk bandeng ini rendah kolesterol. Lemak jenuh merupakan salah satu pemicu tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung koroner. Dengan rajin mengkonsumsi ikan merupakan salah satu cara diet tepat sebagai penangkal penyakit jantung koroner. Seperti bangsa Eskimo yang makan ikan 300-400 g/hari ditemukan masyarakatnya rendah kasus penyakit jantung.

Jadi mari kita tingkatkan konsumsi ikan kita agar tubuh lebih sehat.

4 responses so far

Jul 24 2008

Gambas

Published by mlandhing under Ragam Bahan

Gambas atau oyong, memiliki bahasa latin Luffa acutangula. Sayuran ini masuk suku labu-labuan dan merupakan jenis komoditi sayuran minor. Budidayanya belum terlalu serius. Di negeri kita penanamannya biasanya dilakukan di pekarangan atau bagian ladang yang tidak digunakan untuk tanaman lain. Gambas ini dipanen buahnya saat masih muda, dan sering kita jumpai di meja dapur Indonesia, China, dan Vietnam.

Asal tahu saja, gambas atau oyong ini kalau orang barat sering menyebutnya sebagai Chinese Okra, meskipun tidak ada hubungan kekerabatan dengan okra sama sekali. Sedangkan orang China sendiri menyebutnya dengan sinqua.

Bentuknya memanjang seperti mentimun jepang. Jenis yang sering kita temui di pasar adalah dari varietas Angled Luffa Summer Long, yang kulitnya keras dan berbelimbing. Yang kita konsumsi adalah bagian dalamnya yang mirip spon, empuk-empuk tapi agak basah. Padahal sebenarnya ada beberapa varietas lain yang tak kalah menariknya, yaitu Edible Luffa yang lebih mirip mentimun jepang atau zucchini, dengan kulit yang lebih soft dan bisa langsung dikonsumsi.

Gambas ini termasuk sayuran merambat, sehingga untuk penanamannya membutuhkan para-para. Lebih baik ditanam pada menjelang akhir musim hujan. Dapat mulai panen usia 1,5 bulan, ketika buah gambas masih muda. Untuk gambas yang tua, sudah tidak enak, jadi rada berlendir. Tidak asik. Pada varietas gambas yang lain, buah yang tua diambil serat-serat di kulitnya itu, untuk dijadikan sabut cuci. Itu kenapa kadang gambas ini disebut juga buah dishcloth luffa. (Jadi ingat, bisa buat nggosokin tumit kaki yang pecah-pecah kali ya.. :) )

Sayang sekali informasi nutrisi sayur gambas ini sangat terbatas, dari literatur terbatas hanya disebutkan bahwa gambas ini rendah kalori. Dalam setiap 3 ons gambas terdapat 20 kalori dan 20 persen kebutuhan vitamin C saja.

Cara Memilih dan Menyimpan

Memilih gambas mudah saja. Pilih yang kulitnya masih mulus. Tekan gambas dengan jari, pilih yang masih ‘keras’ atau cukup sampai agak lunak saja. Semakin empuk berarti gambas semakin tua. Tapi kalau terlalu keras, itu berarti buahnya muda dan biasanya kulitnya jadi lebih tebal. Nanti kalau dikupas, ’spon’ jadi kecil saja. Rugi.

Untuk penyimpanan, gambas cukup dibungkus dengan koran atau kertas dan masukkan ke lemari pendingin. Dengan cara ini gambas tahan hingga beberapa minggu. Cuma, ngapain juga ya disimpan lama-lama. Toh kita dengan mudah membelinya di pasar tradisional.

Pemanfaatannya di dapur mlandhing antara lain adalah sebagai sup sehat, sup gambas miso, dan sayur bening bayam

No responses yet

Jun 27 2008

Telur

Published by mlandhing under Ragam Bahan

Telur. Sepintas, pasti yang terpikir di benak kita adalah telur ayam, berwarna kecokelatan. Padahal sebenarnya telur terdiri dari banyak jenis: telur ayam - baik dari ayam petelur maupun ayam kampung, telur bebek, telur puyuh, telur entog, belum lagi telur burung onta yang besarnya audzubillah untuk ukuran telur, dan masih banyak jenis telur lain.Saat ini mudah sekali mendapatkan telur, telur ayam khususnya. Harganya relatif terjangkau. Tidak heran jika pemanfaatan telur dalam kehidupan kita menjadi luar biasa beragam; dari dapur hingga  meja obat, telur banyak digunakan.Konsumsi per kapita telur di Indonesia, belum setinggi konsumsi per kapita bangsa lain. Data dari Nutrition Close-Up menunjukkan konsumsi telur per kapita bangsa Jepang tertinggi di dunia, sekitar 650 butir per tahun. Masyarakat Perancis menghabiskan 510 butir/orang, Amerika Serikat 450 butir, dan Inggris 330 butir per orang per tahun. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 5,5 kg pertahun. Bila 1 kg telur terdiri dari 16 butir, maka konsumsi per kapita Indonesia 88 butir!Sedikit sekali. Tapi jangan kecil hati, di Indonesia konsumsi protein tergantikan dengan tempe dan tahu sebagai sumber protein nabati. Jadi lumayan memadai lah.

Manfaat Telur
Mengkonsumsi telur sedikitnya 1 butir per hari sangat dianjurkan, mengingat telur adalah sumber protein dengan nilai biologis paling tinggi. Maksudnya, protein telur paling mudah diserap oleh tubuh. Telur memiliki nilai biologi 93,7 persen. Bandingkan dengan susu yang sekitar 83 persen, ikan sekitar 76 persen, dan daging 74,3 persen.Bicara telur seolah bicara protein saja. Padahal dalam sebutir telur juga terdapat berbagai vitamin dan mineral esensial yang penting bagi tubuh seperti thiamin, riboflavin. Lengkap deh, karena ada 13 jenis vitamin, termasuk vitamin A, D, E, dan B. Kandungan mineralnya juga baik karena terdapat fosfor dan zinc.Pada telur terdapat Lutein dan Zeaxanthin. Dua zat ini membantu menjaga kesehatan mata dan melindungi mata dari efek ultraviolet sinar matahari. Selain itu, kedua zat tersebut  juga mengurangi risiko terkena penyakit akibat usia lanjut, seperti kebutaan bagi orang yang berusia diatas 65 tahun. Bahkan dengan mengkonsumsi telur cukup, resiko katarak dapat berkurang secara signifikan.Selain itu, telur juga mengandung mineral selenium (Se). Para pria membutuhkan asupan selenium untuk pembentukan kualitas dan kuantitas sperma. Satu butir telur memenuhi 10% dari total kebutuhan tubuh terhadap selenium.Telur juga mengandung vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium untuk pembentukan tulang. Selain itu, telur juga mengandung vitamin E. Asal tahu saja, kombinasi antara selenium dan vitamin E berperan sebagai antioksidan yang dapat mengurangi risiko kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas.Telur juga diketahui sebagai sumber vitamin B12, vitamin B6, dan folat yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh dan melindungi sel-sel saraf. Kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sel-sel saraf. Wanita hamil yang kekurangan vitamin B12 mempunyai risiko anaknya akan mengalami kerusakan pada sistem saraf.Putih telur juga memiliki peran yang sangat penting mencegah penyebaran bakteri. Menurut penelitian oleh peneliti di Jepang, zat peptide yang ada di telur  mengikat bakteri E.Coli dan mencegah untuk bisa menyebar.Pokoknya lengkap deh.

Telur, Baik Untuk Diet
Tak dapat dipungkiri, telur merupakan sumber protein tinggi. Tanpa sengaja kita bahkan selalu menjadikannya sebagai standar ukuran bagi sumber protein lain.Protein berfungsi untuk memperbaiki organ tubuh. Otot, kulit, dan organ-organ tubuh semua tersusun dari protein. Protein sendiri terdiri dari 20 zat asam amino yang berbeda-beda, dan 9 di antaranya tidak diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Telur mengandung 9 zat penting dan asam amino, yang berfungsi meningkatkan kadar protein dalam tubuh.Untuk yang sedang diet, telur tak harus dihindari. Kadar lemak dan kalori telur cukup rendah. Satu butir telur hanya mengandung 71 cal. Dalam sebutir telur terkandung 6,25 gram protein dan sedikit karbohidrat. Sifatnya yang mudah dicerna dan diserap tubuh membuat telur menjadi sumber gizi ideal untuk orang yang sedang sakit terutama untuk penderita gangguan pencernaan.Beberapa dari kita juga mengkhawatirkan tingginya kandungan kolesterol dalam telur. Padahal, Tidak benar asumsi itu. Penelitian di universitas Harvard menyatakan tidak ada hubungan antara penyakit kardiovaskular dan makan telur. Telur dianggap sebagai penyebab stroke dan penyakit jantung koroner. Padahal, dengan konsumsi telur paling tinggi, angka penderita penyakit jantung koroner di Jepang tetap paling rendah

Bakteri Salmonella
Terkadang telur juga mengandung bakteri Salmonella sehingga tidak dianjurkan untuk dimakan dalam keadaan mentah, khususnya bagi orang yang memiliki risiko tinggi seperti wanita hamil, orang lanjut usia, dan anak-anak. Telur sebaiknya dikonsumsi setelah dimasak terlebih dahulu hingga matang.Di samping itu, sebenarnya cangkang atau kulit si telur itu efektif menjadi tameng untuk melindungi telur dari penularan infeksi bakteri terutama Salmonella enteridis. Cangkang membuat telur cukup steril dan jika pun ada kemungkinan tercemar, risikonya hanya satu dari 20 ribu telur. Telur sendiri memiliki kemampuan melindungi diri dari bakteri mulai dari lapisan yang ada di cangkang, putih, hingga bagian terdalam yaitu kuning telur. Membran di kulit telur mengandung lysozome yaitu substansi yang membantu mencegah infeksi bakteri. Sementara membran di kuning telur memisahkan bagian kuning yang kaya gizi dari bagian putihnya agar bagian kuning tersebut tetap terlindung. Lapisan putih telur itu sendiri mencegah pertumbuhan bakteri.

Alergi Telur

Alergi telur sering terjadi pada anak kita. Saat mengkonumsi telur tiba-tiba muncul bisul merah dan membuat anak tidak nyaman. Ini menjengkelkan. Apa yang menyebabkan alergi?Protein sangat bermanfaat bagi tubuh. Tapi ada beberapa orang yang tidak tahan dengan protein-protein tertentu. Telur misalnya, mengandung protein ovomukoid. Pada orang normal, protein tersebut merupakan ‘teman’ bagi sistim kekebalan tubuh. Tetapi, pada orang alergi, sistim kekebalan tubuh mereka justru mengenali protein tersebut sebagai ‘musuh’. Harus disingkirkan. Sistim kekebalan tubuh kemudian memproduksi suatu antibodi terhadap ovomukoid yang disebut Immunoglobulin E (IgE).Selanjutnya, jika ia makan telur lagi, meski jumlahnya sedikit sekalipun, IgE akan segera mengenali ovomukoid telur, kemudian mengirim sinyal ke sistim kekebalan tubuh untuk mengeluarkan histamin dan beberapa senyawa kimia lainnya ke dalam aliran darah. Gunanya untuk menyingkirkan ovomukoid telur, tetapi pada kenyataannya juga berefek buruk terhadap bagian tubuh lainnya.Histamin adalah senyawa kimia yang sangat kuat, yang dapat mempengaruhi sistim pernapasan, sistim kardiovaskuler, sistim pencernaan dan kulit. Pada alergi yang ekstrim, penderita bisa sampai pingsan. Tapi biasanya alergi telur hanya muncul bentol gatal atau bisulan saja.Tak perlu panik, beri saja anak antihistamin seperti CTM. Biasanya akan membaik dengan cepat. Di samping itu, tunda dulu pemberian telur pada anak hingga usia 2 tahun.

Pemanfaatan dan Penyimpanan
Bisa jadi telur merupakan media yang cocok bagi perkembangbiakan bakteri. Namun demikian tak perlu lah antipati terhadap kemungkinan paparan bakteri ini. Yang penting kita lakukan penyimpanan dan pemanfaatan secara benar.Pilih telur yang masih segar. Biasanya lebih berat dan tidak kocak saat digoyang. Cara lain adalah memanfaatkan cahaya untuk menerawang telur. Telur yang segar tak memiliki kantong udara yang bisa terlihat saat diterawang dengan cahaya. Cara lain adalah memanfaatkan air. Masukkan telur dalam air yang cukup. Telur segar akan tetang tenggelam di bawah dengan posisi ‘tidur’. Sedang telur yang kurang bagus biasanya mengambang.Simpan telur dalam kulkas. Tak perlu dicuci dulu, karena sebenarnya saat ayam bertelur, terdapat lapisan basah yang kemudian mengering dengan cepat, lapisan ini melindungi telur dari paparan bakteri juga. Btw, jangan menyimpan telur terlalu lama ya. Prinsipnya sih semakin cepat dikonsumsi, semakin bagus.Untuk pemanfaatan di dapur, khususnya pembuatan cake ataupun kue, gunakan telur segar yang belum masuk kulkas. Kalaupun sudah masuk kulkas, keluarkan, angin-anginkan hingga mencapai suhu ruangan, baru gunakan.Tips merebus telur: Untuk merebus telur, gunakan api sedang. Cuci telur sebelum direbus. Masukkan ke air yang sudah hangat. Gunakan air yang cukup agar telur bisa diaduk dan digiyang pada awal perebusan. Manfaatnya agar kuning telur tetap di tengah saat matang, dan ketika dikupas kulitnya kuning telur tak mudah ‘unjuk gigi’ akibat tipisnya putih telur yang menyelimutinya.

Pemanfaatan telur di dapur mlandhing antara lain: Telur Dadar Gulung, Sambal Goreng Telur Puyuh, Cake Cokelat Kukus, Kue Lumpur, Mento, Pastel Apel, dll

No responses yet

Next »