Archive for the 'Review Tempat Makan' Category

Jul 29 2008

Dapoer Ciragil

Published by mlandhing under Review Tempat Makan

Dapoer Ciragil

Mlandhing mendapatkan rekomendasi tentang Dapoer Ciragil ini dari teman lama, yaitu Mbak Itta, ‘tukang cicip’ yang saat ini sedang sibuk menetapkan standar kuliner di salah satu tempat peristirahatan di kaki Gunung Salak. Singkat kata, setelah kami berbasa-basi sejenak karena lama tak bersua, akhirnya kami janjian ketemu untuk mencicipi hidangan di resto yang sedang kena musibah itu?

Musibah?

Betul. Lha gimana nggak kena musibah, awal tahun ini Dapoer Ciragil yang berlokasi di Jl Ciragil 1 No 21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu sukses disegel oleh Pemerintah Daerah. Alasannya apalagi, kalau bukan larangan menjadikan perumahan sebagai tempat usaha. Apes! Maklum, Dapoer Ciragil memang beroperasi di rumah tinggal. Padahal banyak usaha lain di sekitarnya dengan kasus yang sama masih melenggang dengan tenang.

Penyegelan itu jelas merugikan para partner kerja Dapoer Ciragil yang kebanyakan pedagang kaki lima itu.

“Konsep kami ini kan berbeda dengan resto lain. Kami menampung pedagang kaki lima untuk bersama-sama berjualan di sini. Kami berupaya menaikkanstandar rasa dan tampilan menu yang mereka jajakan. Nah, Kalau disegel kan kasihan mereka, kehilangan pendapatan,” jelas Ayu Widyani alias Widy, pengelola Dapoer Ciragil yang sekaligus salah satu putri dari pemilik.

Widy menuturkan mereka saat ini sedang melakukan pendekatan ke pemda, agar bisa kembali membuka resto tersebut. Sambil menanti ijin usaha cair lagi, pengelola Dapoer Ciragil rupanya justru punya kesempatan untuk merenovasi resto tersebut.

“Kami malah jadi bisa renovasi lantai atas agar lebih banyak area terbukanya. Kalau dulu boro-boro mau renovasi, tiap hari penuh dengan konsumen yang terus menyerbu ayam dan bebek goreng kami,” kata Widy sambil tersenyum.

Lantas apa Dapoer Ciragil tutup sama sekali sejak penyegelan? Tidak. Rupanya resto yang bergerak di bawah bendera usaha PT Karuna Adity Saraswati (KAS) ini sigap mencari lokasi pengganti. Meski tak se-ideal tempat lama, beberapa waktu lalu di Jl Gandaria Raya sudah keliatan tuh resto kecil dengan nama yang sama. Agak nyempil, tapi kalau memperhatikan rambu pasti ketemu kok. Tahu Snapy Gandaria kan? Itu lho, layanan grafis printing yang terkenal itu. Nah, lokasi Dapoer Ciragil dekat situ kok. Ikuti saja jalan dari Snapy ke arah Apartemen Gandaria. Kira-kira 200 meter di sebelah kanan jalan akan kelihatan plank Dapoer Ciragil.

Untuk lokasi lama di Jl Ciragil, akan dibuka lagi nantinya dengan kapasitas 150 tempat duduk. Bandingkan dengan lokasi baru yang cuma menampung 60 orang itu.

Jejak Dapoer Ciragil
Sebenarnya boleh dikata Dapoer Ciragil ini tak langsung diserbu penggemarnya. Konon tujuh bulan sejak dibuka resto ini tahun 2005 sepi pembeli. Maklum, lokasinya tidak di jalan utama, orang butuh waktu untuk menemukannya.

“Parahnya lagi, kami hanya menyebarkan bosur saja tanpa promosi lainnya. Untungnya pemilik menyadari betul bahwa di awal usaha kegagalan itu hal biasa. Tapi lama kelamaan rupanya justru promosi dari mulut ke mulut oleh pelanggan kami yang kemudian membuat Dapoer Ciragil lama ramai dikunjungi.”

Saat-saat menjelang ramai inilah Dapoer Ciragil sempat keteteran. Pelanggan sering komplain karena layanan lambat akibat kurangnya sumber daya manusia yang dipekerjakan. Tapi seiring waktu berjalan, kendala ini dapat teratasi.

Sayangnya Dapoer Ciragil terpaksa ditutup karena disegel Februari 2008. Dan usaha berpindah di Jl Gandaria Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam beberapa bulan ini lumayan, pembeli lama banyak yang tetap datang, meski sudah pindah lokasi. Bisa dikatakan perpindahan ini jadi beralasan mengingat dengan cara ini usaha resto tetap buka, dan para pedagang kaki lima yang merupakan partner utama tetap bisa berjualan.

“Dengan beroperasi di sini, meski pelanggan yang datang agak berkurang, tapi kami tetap bisa menerima pesanan antar yang lumayan banyak,” imbuh Widy dengan antusias.

Selanjutnya jika resto utama di Jl Ciragil telah beroperasi dengan normal lagi nantinya, yaitu diperkirakan 2-3 bulan mendatang, Widy memaparkan akan ada rencana pengembangan cabang ke daerah Serpong, Tangerang yang dipandang potensial.

Menu Istimewa
Dapoer Ciragil identik dengan menu ayam dan bebek yang memang istimewa. Ayam dan bebek, baik yang digoreng maupun dipanggang benar-benar empuk. Daging bebeknya terutama. Tahu kan kalau bebek itu susah-susah gampang dimasaknya. Kalau ’salah tangan’, bisa dipastikan bebek akan anyir, amis, dan alot. alih-alih makan, ntar malahan kita ‘berkelahi’ sekedar untuk menyuwir daging bebek.

“Kendala itu tidak akan ditemukan di Dapoer Ciragil ini. Ayam dan bebek kami benar-benar oke. Pelanggan kami suka yanng goreng karena crispy. Sedangkan yang bakar banyak dicari karena dagingnya empuk dan lembut,” kata Widy setengah promosi.

Mlandhing langsung kasak-kusuk, mencari tahu apa rahasianya.

“Wah, apa ya mbak. Koki kami hanya merendamnya dengan bumbu cukup lama. Trus, mengungkepnya cukup lama, sebelum menggoreng atau membakarnya. Dan tentu, kami punya pemasok setia yang tahu bagaimana membersihkan ayam dan bebek dengan standar tertentu,” papar Widy. Lebih lanjut gadis yang sedang meneruskan kuliah di FISIP - Universitas Indonesia, Jurusan Ilmu Komunikasi ini menegaskan bahwa ayam dan bebek yang dipasok itu, hanya akan dipasarkan pada hari itu. Alasannya sederhanya: kalau sudah nginep, meski sudah matang terbumbui, maka rasa dan teksturnya akan berbeda.

Harus diakui kalau ayam dan bebek di Dapoer Ciragil memang enak. Sekitar seminggu sebelumnya Mlandhing dan Itta sudah menjajal kedua hidangan ini plus tambahan Plecing Kangkung. Bebek gorengnya garing di luar tapi lembut di dalam. Cocolan sambelnya juga oke. Plecing kangkungnya yang agak beda dengan ‘keluaran’ Dapur Mlandhing. Sambal plecingnya lebih kental dan berwarna cokelat muda. Dan setelah ditelisik, ternyata cara membuatnya yang berbeda. Bisa dibandingkan deh nanti.

Dari resep yang mereka berikan, terlihat bahwa kunci perbedaan dari ayam/bebek goreng ini adalah proses membumbui dilakuan dua kali; saat merendam dan kemudian mengungkep, dan memberikan sentuhan bumbu yang berbeda sesaat sebelum menggorengnya. Saking enaknya ayam/bebek bakar dan goreng jadi menu favorit pelanggan. Dalam satu hari bisa 200-250 ekor ayam dan bebek yang masuk ‘kuali’ dapur!

Lantas menu apa lagi yang asik di Dapoer Ciragil?

Kali kedua kami datang ke tempat ini untuk wawancara dengan Widy, menu yang disajikan adalah Sop Buntut Kacang Merah dan Soto Mie. Keduanya tak kalah menggoyang lidah. Pada sup buntut, kacang merahnya itu yang memberi rasa berbeda. Sedangkan untuk Soto Mie rasanya oke, mirip dengan langganan Mlandhing di Pamulang itu. Sayangnya.. ini sayangnya, Itta yang kebagian makan Soto Mie mengeluh, kenapa risolenya ditaruh di dalam soto. Padahal ia penasaran pengen mencicipi risole yang katanya khusus dibuat oleh Dapoer Ciragil secara khusus. Ya, sudah lah, terima saja ya jeung…

Bagaimana dengan minuman?

Aneka minuman di sini lumayan beragam. Tengok saja, ada Es Campur Jimbaran, Es Teler Ciragil, Es Leychee Sparkling, Es Jeruk Kelapa Muda a la Bandung, dll. Harganya lumayan terjangkau, dari Rp 7.000 - Rp 12.000 saja.

“Tapi yang istimewa sebenarnya adalah Jus Strawberry kami. Asal tahu saja, strawberry yang kami gunakan adalah hasil pertanian organik dari kebun yang kami kelola sendiri di Bedugul, Bali,” tegas Widy.

Halah, telat banget bilangnya ya… secara perut kami sudah kekenyangan, tak muat dimasuki lagi bahkan dengan seteguk jus. Sudah begitu masih ada seporsi poffertjes yang menggoda buat dicicip…. dhuh… *nyesel mode on*

Apapun, Mlandhing dan Itta cukup puas bisa mengorek resep-resep andalan Dapoer Ciragil ini. Memang sih, di lembaran resep yang diberikan itu hanya tercantum kompisisi dan cara membuatnya saja. Seberapa banyak bahan yang digunakan tidak terinci dengan jelas. Tapi, rasanya itu bukan hal sulit bagi kami untuk bereksperimen dengan data terbatas itu. Siap-siap saja menunggu postingnya di Dapur Mlandhing.

Nah, ada yang tertarik untuk segera mencicipi menu-menu Dapoer Ciragil?

DAPOER CIRAGIL
Jl Ciragil 1 No 21, Kebayoran Baru (renovasi)
Jl Gandaria Raya, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telp 021 - 723 0009

Ayam Bakar/Goreng Rp 14.000
Bebek Bakar/Goreng Rp 19.000
Sop Buntut Kacang Merah Rp 20.000
Soto Mie Rp 14.000
Nasi Putih/Uduk Rp 4.000

Jus Strawberry Rp 11.000
Es Campur Jimbaran Rp 9.000
Es Jeruk Kelapa Muda Rp 10.000
Es Jeruk Nipis Rp 7.000
Buah Strawberry segar Rp 20.000/box

Resep dari Dapoer Ciragil:
Sop Buntut Kacang Merah
Ayam Goreng 
Bebek Bakar
Plecing Kangkung

No responses yet