Archive for the 'Manisan' Category

May 16 2008

Tomat Rasa Kurma

Published by mlandhing under Manisan

Tomat rasa kurma atau torakur ini menurutku sangat inovatif. Rasanya legit manis dengan tekstur mirip kurma. Dari liputan televisi aku menangkap torakur ini kreasi seorang perempuan di daerah Kopeng-Jawa Tengah. Ia prihatin saat melihat harga tomat anjlog sewaktu panen raya. Terus dibuatlah torakur ini.

Torakur ini sebenarnya adalah manisan tomat yang dijemur kering. Membuatnya mudah, hanya butuh kesabaran saja. Pengen coba? Buat sedikit dulu aja kali ya, ntar kalau berhasil, nah, boleh tuh buat usaha. Siapa tahu berhasil, iya kan?

BAHAN:
1 kg tomat segar, pilih yang ukurannya sama dan jangan terlalu matang
1 sdm garam, larutkan dengan 1 lt air
1 sdm kapur sirih, larutkan dengan 1 lt air, endapkan, gunakan airnya yang bening
500 gr gula pasir
1/2 lt air

CARA MEMBUAT:

  • Potong tipis bagian pangkal tomat. Kerok isinya dengan sendok. Biarkan daging dan kulit buahnya utuh, ini yang akan kita gunakan untuk torakur.
  • Rendam tomat dalam air garam 1 jam, tiriskan. Pindahkan ke larutan kapur sirih. Rendam selama 2 jam. Tiriskan.
  • Rebus gula dengan 1/2 lit air hingga mendidh. Matikan api, masukkan tomat ketika air gula masih panas. Rendam semalaman.
  • Paginya, tiriskan tomat, rebus kembali air gula hingga agak kental. Matikan api, masukkan kembali tomat.
  • Paginya, tiriskan tomat, kepal-kepal ringan tiap tomat hingga berbentuk seperti kurma, letakkan di tampah/nyiru dan jemur di terik matahari selama 2 hari atau hingga tomar berwarna kecokelatan. Sajikan.
  • TIPS & TRIK:

  • Saat menjemur tutup tampah/nyiru dengan plastik untuk menghindari debu.
  • No responses yet

    May 05 2008

    Manisan Menteng

    Published by mlandhing under Manisan

    Kalian tahu menteng tidak?

    Haish, bukan kawasan menteng yang elite itu ya, tapi buah menteng. Hm, mungkin dulu di kawasan menteng banyak pohon yang sekarang langka ini, jadi dapat sebutan sama. Tapi, yang mlandhing maksud menteng kali ini benar-benar buah menteng, yang super asam, yang kulitnya tebal, dan buahnya sendiri bentuknya mirip kemundung. Biasanya kita masih bisa menemukan buah langka ini dijajakan di sekitar Kebun Raya Bogor atau Kebun Binatang Ragunan. Bentuknya bulat-bulat gitu deh, sebesar bola bekel. Dan asli, rasanya asem bennerrrrrrr!

    Kalau pada kondisi segar, buahnya yang terdiri dari 3 butir tersimpul dalam satu ‘tangkai’ pendek itulah yang kita makan. Kulitnya yang tebal? Kita buang! Padahal kalau ditimbang pasti beratan si kulit daripada si daging buah. Rugi deh.

    Dasar nggragas, mlandhing ini otaknya langsung muter, mikir gimana caranya menyulap buah menteng ini jadi sesuatu yang punya nilai tambah. Jadi deh dibikin saja manisan menteng. Dan tahu tidak, kalau sudah jadi manisan, yang dimakan justru kulitnya itu! Serius!

    Hasilnya? Hm, nikmat. Teman-teman mlandhing ini bahkan ketagihan dan memesan untuk hidangan lebaran. Wah, tahun berapa itu ya, 2001-2002 barangkali, mlandhing sempat jualan manisan menteng ini ratusan stoples. Tahu tidak harganya waktu itu? Rp 25.000/stoples isi 1/2 kg. Jadi punya ongkos buat mudik deh…:D

    BAHAN:
    5 kg menteng
    1,5 kg gula pasir
    1 lt air
    1 sdm kapur sirih

    CARA MEMBUAT:

  • Larutkan kapur sirih dengan 2 lt air, biarkan mengendap, gunakan air bagian atas yang bening.
  • Kupas tipis-tipis kulit menteng, buat tiga keratan memanjang di sepanjang kulitnya tapi jangan sampai tembus ke buahnya ya.
  • Rendam menteng dengan air kapur sirih sedikitnya 2 jam. Cuci.
  • Didihkan air, blanching menteng sesaat, tiriskan.
  • Masak 500 gr gula dengan 1 lt air hingga mendidih, matikan api.
  • Masukkan menteng saat air gula masih panas. Biarkan terendam sehari. Tiriskan.
  • Didihkan kembali air gula, tambahkan 500 gr gula dan biarkan mendidih lagi hingga beberapa saat. Matikan api.
  • Kembali masukkan menteng saat air gula masih panas. Rendam sehari.
  • Lakukan proses yang sama sekali lagi. Tiriskan.
  • Siapkan tampah atau loyang datar yang bersih, jemur menteng di panas matahari sekitar 2 hari.
  • Sajikan.
  • TIPS & TRIK:

  • Saat menjemur, jangan terlalu kering tapi juga hindari terlalu basah. Tandanya manisan sudah tidak terlalu lekat lagi kalau dipegang dengan tangan.
  • Btw, kalau membaca teknik membuatnya seolah ribet banget, padahal kalau pas praktek simple banget. Patut dicoba.
  • Baca juga: manisan belimbing wuluh dan manisan kulit jeruk bali

    4 responses so far

    May 05 2008

    Manisan Kulit Jeruk Bali

    Published by mlandhing under Manisan

    Kayaknya baru musim jeruk bali nih. Itu lho, jeruk yang besarnya hampir se bola volley. Kemarin tanpa sengaja lewat depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Mlandhing ini melihat ada yang bongkar muat buah bulat-bulat besar gitu. Aku pikir melon, eh, ternyata jeruk bali. Jadi deh ingat waktu itu aku pernah nyoba bikin manisan dari kulit jeruk bali ini. Nggragas ya? Hehehe….habis, penasaran saja, wong jeruknya enak, mosok kulitnya yang tebal itu tidak bisa dimanfaatkan sih, bahkan kadang cuma jadi mainan kereta-keretaan buat anak-anak yang ditarik-tarik pakai rafia gitu. Pengen nyoba? Rada ribet sedikit, tapi hasilnya oke. Kulit yang semula dibuang, bisa dimanfaatkan. Manisan ini bisa dimakan langsung, tapi kalau mau bisa kita jadikan bahan untuk resep biskuit jeruk 100!.

    BAHAN:
    2 bh kulit jeruk bali
    500 gr gula pasir
    250 ml air
    gula kastor

    CARA MEMBUAT:

  • Potong-potong kulit jeruk sebesar jari kelingking. Rendam dengan air 2 jam.
  • Didihkan air dengan api sedang, masukkan kulit jeruk. Tiriskan.
  • Lakukan tahapan pertama dan kedua hingga 5 kali. Tiriskan.
  • Rebus gula dengan 250 ml air hingga mendidih. Masukkan kulit jeruk, masak hingga kulit jeruk berubah lebih bening. Matikan api.
  • Biarkan kulit jeruk tetap dalam rendaman gula semalam. Tiriskan di rak kawat sehari semalam hingga kulit jeruk agak mengeras.
  • Siapkan gula kastor di piring atau mangkok, guling-gulingkan tiap manisan kulit jeruk hingga bagian luarnya tertutup gula. Biarkan di rak kawat sekitar 2 jam.
  • Sajikan.
  • TIPS & TRIK:

  • Usahakan bagian kaki rak kawat terendam air agar manisan tidak diserbu semut ya. Atau kalau ada gunakan saja kapur semut di sekitarnya.
  • 2 responses so far

    « Prev - Next »