Archive for the 'Teknologi Pangan' Category

May 12 2008

Membuat Kecap Sendiri

Published by mlandhing under Teknologi Pangan

Sewaktu kecil Mlandhing ini tinggal di kampung Ngadiwinatan, Yogyakarta. Tepat di depan rumah kami adalah pabrik kecap. Pemiliknya orang cina, kita sering memanggilnya Nyah Kecap. Orangnya baik banget. Setiap lebaran dia pasti berbagi sembako ke tetangga sebelah, dan pasti ada 2 botol kecap ikut nongkrong di parcelnya itu.

Kecap mereka mereknya Kecap Gentong. Maklum, wadah yang mereka gunakan untuk fermentasi itu berupa gentong-gentong keramik cina yang besar-besar. Jadi kalau pas masuk rumahnya itu, secepat melewati gerbang besar, Sebelah kiri adalah ruang garam. Maksudnya gudang untuk garam. Walah, temboknya itu dari luar kalau dijilat sampai ikut asin lho. Nah, di pekarangannya yang luas kita langsung disambut jajaran gentong-gentong besar. Sempat kepikiran kalau kami petak umpet, bakalan seru bersembunyi di dalam salah satu gentongnya. Dasar pikiran anak-anak. Lho kok jadi cerita muter-muter ke masa lalu. Stop!!

Hari ini kita akan belajar membuat kecap sendiri. Kecap. Cairan hitam manis ini tak bisa dipisahkan dari dapur Indonesia. Bahkan tak hanya dapur, meja makan pun sekarang ini sering dihuni kecap botolan.

Merek kecap yang beredar di pasaran pun semakin beragam. Pilihan rasanya dari yang asin sampai yang manis, dari yang enak sampai yang tidak jelas, dari yang agak cair sampai yang punya kekentalan.

Kita akan mencermati pembuatan kecap kedelai. Kalau bisa membuat sendiri kan asik, kita bisa mengatur manis atau tidaknya kecap yang kita gunakan. Benar-benar bisa disesuaikan dengan selera. Teknik berikut ini pengembangan resep dari teman-teman di Sentra Informasi IPTEK–LIPI.

Secara umum, kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga.

BAHAN:
1 kg kedelai putih atau hitam
3 gr ragi tempe
3 lbr daun salam
2 btg serai
3 Daun jeruk 1 lembar
4 cm lengkuas
1 sdt pokak
6 kg gula merah
1 ½ lt air untuk melarutkan gula merah
800 gr garam untuk 4 liter air

CARA MEMBUAT:

  • Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam. Kemudian rebus sampai kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah.
  • Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan. Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30° Celcius) selama 3-5 hari.
  • Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam. Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 minggu pada suhu ruang. Batas maksimum proses penggaraman adalah dua bulan.
  • Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih lalu saring.
  • Masukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu. Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata. Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap manis (lihat: catatan).
  • Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk. Perebusan dihentikan apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi.
  • Setelah adonan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring.
  • Kecap siap untuk dikemas.
  • CATATAN:

  • Penambahan gula merah untuk kecap manis setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 kg gula merah.
  • Penambahan gula merah untuk kecap asin setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 1⁄2 ons gula merah.
  • Pemberian ragi harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.
  • Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna. Bila tidak ragi yang ditebarkan di atasnya akan mati.
  • Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai dapat juga dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang sama.
  • Pemanfaatan kecap di dapur mlandhing, antara lain: baby buncis siram daging, gado-gado siram, bihun goreng jawa, dll.

    No responses yet

    Apr 30 2008

    Membuat Taoge Sendiri

    Published by mlandhing under Teknologi Pangan

    Membuat taoge sendiri sepertinya asik. Kita bisa bereksperimen membuat taoge dari biji-bijian yang lain. Asal tahu saja, taoge yang banyak beredar di pasaran adalah taoge kacang hijau. Padahal biji yang lain pun bisa dibuat taoge, bahkan biji wijen sekalipun. Caranya sama. Jadi, kenapa kita tidak mencoba membuatnya? Alatnya sederhana kok. Di bawah ini diterangkan step by step pembuatan taoge dari biji kacang hijau.

    Untuk mendapatkan taoge yang banyak mengandung zat gizi, ada caranya. Taoge yang dibuat secara benar, hasilnya akan tampak segar, renyah dan banyak mengandung air. Sebaliknya, jika salah menumbuhkannya, taoge akan tubuh meliuk. Taoge demikian sebaiknya tidak dipilih, karena gizi dan senyawa fitokimiawinya tidak berkembang secara optimum.

    Agar tumbuh dengan baik, biji-bijian yang hendak dipanen sebagai taoge harus ditumbuhkan dalam lingkungan yang gelap, selalu lembab dan harus sering disiram tetapi tidak boleh terendam air. Busuk semua nanti malahan.

    Cara mudah untuk menghasilkan taoge istimewa dapat ditiru dari cara tradisional. Siapkan wadah dari anyaman bambu atau wadah plastik berlubang-lubang dan daun pisang.

    Setiap kilo biji akan menjadi empat kali lipat hasil. Jadi 1 kg kedelai atau kacang hijau akan menghasilkan 4 kg taoge.

    BAHAN & ALAT:
    1 kg kacang hijau
    wadah plastik berlubang-lubang
    daun pisang

    CARA MEMBUAT:

  • Rendam kacang hijau semalaman. Tiriskan. Sisihkan.
  • Atur daun pisang melapisi bagian dalam wadah. Robek-robek daun di bagian bawah, agar air siraman dapat tiris.
  • Masukkan kacang hijau yang telah direndam ke dalam wadah, tutup dengan daun pisang agar seluruh bahan tertutup rapat. Letakkan di tempat gelap tapi bersirkulasi baik.
  • Siram setiap pagi, siang dan sore dengan air. Lakukan berulang selama 3 hari.
  • Panen taoge saat ‘ekornya’ mencapai panjang yang diinginkan.
  • TIPS & TRIK:

  • Gunakan wadah plastik yang berlubang-lubang kecil, asal biji tidak lolos. Dengan cara ini bisa menghemat daun pisang. Daun cukup digunakan untuk menutup bagian atas
  • Gunakan air sumur atau air non chlorine. Air berchlorine akan mengganggu pertumbuhan taoge.
  • Jika taoge tidak segera habis sekali panen, simpan sisanya dalam wadah plastik berlubang-lubang, kemudian simpan dalam lemari es. Taoge akan tahan disimpan tiga hari.
  • No responses yet

    Apr 28 2008

    Membuat Telur Asin Sendiri

    Published by mlandhing under Teknologi Pangan

    Seringkali kita kecewa ketika membeli telur asin di pasar. Kadang kurang asin, kadang kuning telurnya belum berpasir dan berminyak, menjengkelkan. Ini ada resep pembuatan telur asin. Bikin sendiri saja kali ya. Coba deh, Rasanya bisa kita sesuaikan dengan selera kita.

    BAHAN:
    30 btr telur bebek
    1 lt abu gosok
    1 lt bubuk bata merah
    750 gr garam
    air secukupnya

    CARA PEMBUATAN:

  • Pilih telur yang bermutu baik dan mulus kulitnya. Rendam sebentar. Cuci dengan cara mengamplas kulit telur agar bersih dari kotoran.
  • Campur abu gosok, bubuk bata merah, dan garam. Buat adonan dengan menambahkan air sedikit demi sedikit hingga berbentuk pasta.
  • Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 0,5 cm.
  • Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 hari di tempat yang bersih dan berangin.
  • Setelah 15 hari, bersihkan telur dari adonan, cuci, dan tiriskan.
  • Rebus telur asin dengan api kecil selama 2 jam. Tiriskan.
  • Sajikan.
  • TIPS & TRIK:

  • Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin
    awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin.
  • Untuk mengamplas kulit telur, pilih amplas yang paling halus teksturnya.
  • No responses yet

    Next »